sakuragicho_man11-04-2000, 07:04 PM
AKU INGIN
Oleh :
Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
any blog
blog ini saya buat seseorang aja,yang selalu ada buat ku.
Sabtu, 14 Agustus 2010
Jumat, 13 Agustus 2010
BundaPosted: Juli 2, 2010 by Penyair Glandangan in puisi Dan Syair
1Dekap yang sedalam sukma;terasa
Terbekas terisak meriak muka
Setiap kali wajah terlukis kumendo’a
Sebatas bayang lepas,
Membunuh kosongku siksa merindumu…
Bundaku…
Ketika engkau terjaga semalaman,
Memeluk-ku hangat;semasa kusakit dahulu
Ketika rebahku bersandar dipangkuanmu Bunda;jika ku-butuh damaimu
Saat saat engkau dan aku masih bersama Bundaku…
Mencari, menapaki jejak matahari
Hampir setiap desahnya malam menderai sembiluku
Layaknya seperti ibarat aku telah kehilangan
Resah sesaknya jiwa;
Ku-ingin menemuimu Bundaku…
Menanti, pada setiap waktu mengharap Bunda kembali
Semenjak embun kemudian senja,
Walau memutih rambut berkapur…
Tetap aku menantimu Bundaku…
Aku merindumu
1Dekap yang sedalam sukma;terasa
Terbekas terisak meriak muka
Setiap kali wajah terlukis kumendo’a
Sebatas bayang lepas,
Membunuh kosongku siksa merindumu…
Bundaku…
Ketika engkau terjaga semalaman,
Memeluk-ku hangat;semasa kusakit dahulu
Ketika rebahku bersandar dipangkuanmu Bunda;jika ku-butuh damaimu
Saat saat engkau dan aku masih bersama Bundaku…
Mencari, menapaki jejak matahari
Hampir setiap desahnya malam menderai sembiluku
Layaknya seperti ibarat aku telah kehilangan
Resah sesaknya jiwa;
Ku-ingin menemuimu Bundaku…
Menanti, pada setiap waktu mengharap Bunda kembali
Semenjak embun kemudian senja,
Walau memutih rambut berkapur…
Tetap aku menantimu Bundaku…
Aku merindumu
Langganan:
Komentar (Atom)